Monday, June 12, 2006

Bazigha dan Pesona Yusuf



Nadirsyah Hosen

Pada mulanya adalah sebuah kekaguman. Seorang wanita jelita nan kaya raya
terpesona akan keindahan Yusuf alaihis salam yang ramai dibicarakan orang.
Rasa kagum tersebut membawanya menemui sang pujaan. Mata menjadi silau dan
bibir pun menjadi kelu; sorot mata sang pujaan menghujam kalbu
sehingga kata-kata tak mampu melukiskan sebuah ketakjuban.

Bazigha, demikian nama wanita tersebut, jatuh pingsan dibuai pesona dan
keindahan Yusuf. Lepas dari puncak keterpesonaannya, Bazigha bangun dan
berlutut seraya memuja ketampanan dan keindahan Yusuf.

Yusuf melangkah mendekati Bazigha. Diringi senyumnya yang menawan Yusuf
menasehati Bazigha, "Ketika matamu melihat keindahan dunia ini,
sesungguhnya itu adalah sepercik tanda (ayat) tentang Dia. Makhluk yang
indah hanyalah sekuntum bunga nan mekar di sebuah taman Allah yang luas
tak bertepi. Jika matamu mampu melihat dibalik kesempurnaan itu, tentulah
engkau akan melihat bahwa kuntum bunga itu tak lain hanyalah cermin yang
memantulkan gambaran wajah-Nya."

"Begitulah Bazigha," Yusuf melanjutkan kalimatnya yang menghentak
kesadaran sang jelita, "penampilanku pada hakekatnya adalah bagaikan
kuntum bunga itu; pantulan wajah ilahi. Namun engkau mesti menyadari bahwa
gambar akan memudar, kuntum bunga akan beranjak layu dan pantulan
cermin pun akan tertutup oleh Cahaya ilahi. Hanya Allah sajalah yang
hakiki dan abadi."

"Untuk itu, duhai Bazigha...mengapa engkau buang waktumu untuk mengagumi
sesuatu yang akan lenyap dan pudar. Pergilah langsung ke sang Sumber tanpa
menunda-nunda lagi."

Bazigha terperangah. Boleh jadi dia terkejut mendapati bahwa sosok nan
sempurna dihadapannya ternyata tidaklah hakiki; hanya sekuntum bunga yang
akan layu dan pantulan cahaya yang tertutup oleh kebesaran Maha Cahaya;
Cahaya di atas cahaya (nur 'ala nur). Keterpesonaannya ternyata baru pada
level "asesoris"; belum "substantif".

Boleh jadi kita seperti Bazigha. Kita terpesona pada hal-hal yang tidak
hakiki. Lihatlah diri kita...betapa kita terpesona akan gelar akademik
yang kita miliki, harta dan anak yang menemani kita, isteri cantik yang
melayani kita bahkan sandang, pangan dan papan yang menjadi incaran kita.

Seperti Yusuf yang menasehati Bazigha, mengapa kita tidak langsung
berjalan menuju sumber segala pesona. Mengapa kita habiskan
waktu kita hanya untuk mengejar kenikmatan kuntum bunga yang akan layu.
Lepaskan ego diri kita, buang rasa takjub kita, dan berjalanlah
menuju-Nya.

Boleh jadi di ujung perjalanan nanti, kita akan terkejut melihat
keindahan-Nya yang hakiki nan abadi. Pada mulanya adalah kekaguman; dan
pada akhirnya adalah: Subhanallah! Maha Suci Allah!

Armidale, 12 Mei 2000


===

Dudung Kurnia Sundana


Read more!

Dzikir; Kunci Ketenangan Hati



Publikasi : 30-03-2006

KotaSantri.com : Setiap orang mendambakan ketenangan batin, dan untuk mencapai ketenangan batin bukanlah sesuatu yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir. "Ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah, maka hati akan tentram." (QS. ar-Ra'd : 28).

Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang. Sejauh mana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam ketentraman hati, maka akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja. Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah hanya ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa itu Allah selama hidupnya.

Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya di mata manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah. Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar, dan ia rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. "Milik Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi." (QS. Al-Baqarah : 284). Ketika tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar makna ayat Al-Qur'an, "Bertasbih menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan di bumi." (QS. Ash-Shaff : 1).

Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir disertai sabar dan syukur. Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat menghindarkan kita dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan hati. Dan hal ini memerlukan latihan-latihan.

Latihan pertama adalah latihan mengenal diri sendiri. Kalau seseorang ingin baik, ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin ia ubah menjadi baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan dan jawaban dari orang yang kita tanyai tentang diri kita.

Latihan kedua adalah upaya memperbaiki diri. Setelah kita tahu kondisi kita, maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang kita miliki. Bila perlu, kita tulis daftar semua keburukan yang kita miliki dan rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.

Upaya yang kita lakukan ini harus diiringi dengan cara meningkatkan kualitas membaca Al-Qur'an dan dzikir, sebab itulah yang akan membantu kita untuk berubah menjadi baik di mata manusia dan yang paling penting baik di hadapan Allah. Setelah itu carilah lingkungan yang kondusif yang dapat membantu kita untuk selalu istiqamah dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah. (Aa Gym)[BKS]

URL : http://kotasantri.com/beranda.php?aksi=Þtail&sid=S1


Read more!

Bidadari itu telah turun ke Bumi


Bidadari itu telah turun ke Bumi

Mengisahkan tentang bidadari-bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya.

Siapakah yang orang yang beruntung mendapatkannya ?

Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama Allah. Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit diantara mereka mendiami bumi sekarang ini?

Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai bangkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, dipandang mata, menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya.

Seperti apakah bidadari bumi itu?

Pertama
Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah.

Kedua
Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.

Ketiga
Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi pekerti yang mulia. Tidak hobi berdusta, bergunjing dan riya.

Keempat
Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya.

Kelima
Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah

Keenam
Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.

Ketujuh
Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya.

"Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah". (HR. Muslim)

Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholihah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini.

Ya Allah, jadikanlah aku orang yang senantiasa dikelilingi oleh bidadari-bidadari bumi. Agar kelak di syurga aku tidak canggung lagi.

Sumber:
(Dinukil dari buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)


Read more!

Muhasabah Diri


Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-MU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas

Tuhanku
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi
hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU
Tuhanku.baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api nerakaMU
Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU

Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini
Hati yang telah terkotori oleh noda ini memiliki keinginan
setinggi langit Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???

Tuhan..
Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU
Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku.
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku
Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya


Mungkin tanpa kami sadari, kami pernah melanggar aturanMU
Melanggar aturan qiyadah kami,
bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami
Ampunilah kami

Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU Tuhanku..
Siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu

Atau....dalam maksiat kepadaMU Ya Tuhanku
Tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!

Dikirim oleh: Dwi Karuna


Read more!

Sikap Hati-hati dan Anak Shaleh



Publikasi : 24-03-2006

KotaSantri.com : Saya mempunyai seorang teman yang dalam kehidupan kesehariannya sangat hati-hati terhadap apa yang ia kerjakan. Apa yang ia lakukan selalu berpedoman kepada suatu kalimat yang ia pegang : "Allah ridha apa tidak dengan tindakan saya?"

Terus terang saya mengaguminya. Saya ingin menirunya. Namun betapa berat saya mencoba mengikuti langkah-langkahnya. Bicaranya yang sederhana. Penjagaannya terhadap mata dan telinganya dari sesuatu yang mendatangkan dosa. Sampai-sampai sesuatu yang sangat sederhana pun, ia selalu mengingat bagaimana cara Nabi melakukannya.

Suatu saat saya bertanya padanya. Kenapa engkau bisa seperti itu? Dia menjawab enteng. "Yaa, ini semua bukanlah karena saya, mungkin karena do'a orangtua saya." Saya hanya mengangguk-angguk.

Terlintas di pikiran saya tentang sosok orang-orang alim. Sosok orang-orang yang hidupnya telah menyerahkan bulat-bulat kepada Allah SWT. Para Nabi, Sahabat Rasul, dan kekasih-kekasih Allah yang lain. Banyak dari beliau-beliau ini yang mendapat derajat sangat dekat dengan Allah, bukan hanya karena upayanya sendiri, tapi tempaan, didikan, suatu amalan yang konsisten dan langgeng atau munajat orangtuanya kepada Arrabbul Jalil. Sehingga lahirlah anak-anak shaleh.

Saya jadi penasaran dengan orangtua laki-laki ini. Amalan seperti apa yang ia kerjakan sehari-hari selain yang di wajibkan? Do'a seperti apa yang ia panjatkan padaNya sehingga melahirkan sosok yang menurut saya adalah termasuk kriteria shaleh ini?

Suatu saat, ketika saya ada kesempatan pulang dari rantau, saya temui orangtua laki-laki ini. Bahkan saya menginap di rumahnya. Saya banyak ngobrol dengannya. Ingin sekali rasanya menimba ilmu dari orangtua yang telah melahirkan profil seperti teman saya itu.

Ternyata beliau ini orang sederhana saja. Seperti kebanyakan orang-orang kampung lainnya. Tak ada sesuatu keistimewaan yang menonjol dari dirinya.

Namanya pak Salim. Ia lebih dikenal orang-orang daerah itu Salim Tempe. Karena ia seorang penjual tempe. Waktu shubuh, Maghrib dan Isya, sudah dipastikan ia ada di mushala kampung itu. Sebab ia lebih sering ditunjuk untuk menjadi imam shalat. Walaupun ia sendiri bukanlah imam tetap mushala tersebut.

Namun, walaupun ia orang biasa-biasa saja, bukan ustadz bukan kyai, bukan alumni pesantren apalagi lulusan perguruan tinggi Islam, akan tetapi ada beberap hal yang membuat beliau ini jadi luar biasa. Paling tidak menurut saya. Dan anehnya, oleh masyarakat sekitar dianggap sesuatu yang tidak umum dan wajar. Memang di jaman ini, jika ada seseorang yang ingin mencoba menerapakan Islam dalam kehidupan sehari-hari dianggapnya sebuah keanehan.

Yang pertama, kalau ada pilkades di desanya, ia selalu menolak diberi uang oleh para calon kades, karena ia takut itu suap. Dan ia tahu, bahwa yang menyuap dan yang disuap sama-sama masuk neraka. Maka ia selalu mengingatkan keluarganya jangan sampai mau menerima uang tersebut walau sekecil apapun. Sebab di banyak daerah, praktek mendapatkan 'suara' dengan iming-iming uang masih banyak berlaku.

Yang kedua, dia selama hidupnya, tidak pernah menyimpan uang di sebuah tempat yang bernama bank konvensional. Sebab ia juga takut, bunga yang ada di dalam lembaga keuangan itu termasuk dalam riba. Sedang ia tahu bahwa riba itu dosa. Ia punya pendapat lebih baik menyimpan uangnya di bawah bantal atau di bawah tikar tidur. Sehingga ketika anaknya dari luar negri mengirimkan uang, ia cepat-cepat mengambilnya, ia takut jadi berbunga-bunga. Ia menggunakan bank sebagai alat transfer saja.

Saya jadi mempunyai sebuah dugaan, barangkali amalan orangtua itulah yang membuat teman saya sangat kuat memegang rambu-rambu agama. Saya tidak sedang mengkultuskan keturunan, tapi sikap kehati-hatian orangtua terhadap hukum-hukum Allah, ternyata sangat menentukan keturunannya.

Dan sejarah juga mencatat, ada seorang perempuan penjual susu. Setiap kali mencampur susu dengan air ia sangat hati-hati. Bahkan setelah mengingat bahwa kelak semua yang dilakukan manusia, akan dihisab, ia mengurungkan untuk mencampur susu itu dengan berlebihan. Ia takut susu itu hilang kemurniannya. Sehingga dapat membohongi si pembeli. Dan dengan sikap kehati-hatian perempuan itulah, Allah mengaruniakan seorang anak shaleh. Yang akhirnya ketika tumbuh besar menjadi sosok yang luar biasa. Sosok itu adalah Umar bin Abdul Aziz. Siapa tak kenal khalifah yang zuhud ini?

Akhirnya, suatu saat saya bertanya kepada diri sendiri. Mampukan saya menjaga kehati-hatian terhadap sesuatu yang sederhana, tapi ternyata betapa besar nilainya di hadapan Allah SWT? Dan mampukah saya bertindak seperti mereka demi menghasilkan anak yang shaleh sebagai investasi abadi?

Hal tersebut merupakan sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan konsekwensi perjuangan yang luar biasa. (Sus Woyo)


Read more!

Sabar Menghadapi Cobaan

Publikasi : 13-04-2006

KotaSantri.com : Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah. Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Allah. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.

Al-Qur'an mengajarkan kita untuk berdo'a : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya..." (QS. 2 : 286).

Do'a tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah? Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke "orang pintar" agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke "kursi" yang lebih empuk? Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan mengeluarkan zakat dan shadaqah?

Al-Qur'an melukiskan secara luar biasa cobaan-cobaan tersebut. Allah berfirman : "Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. 2 : 155).

Amat menarik bahwa Allah menyebut orang sabarlah yang akan mendapat berita gembira. Jadi bukan orang yang menang atau orang yang gagah, tapi orang yang sabar! Biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, "Yah.. Sabar kan ada batasnya." Atau lidah kita berseru, "Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?" Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Kemudian Allah menjelaskan siapa yang dimaksud oleh Allah dengan orang sabar pada ayat di atas : "(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji'uun". (QS. 2 : 156).

Ternyata, begitu mudahnya Allah melukiskan orang sabar itu. Bukankah kita sering mengucapkan kalimat "Inna lillaahi..."? Orang sabarkah kita? Nanti dulu! Andaikata kita mau merenung makna kalimat Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji'uun maka kita akan tahu bahwa sulit sekali menjadi orang yang sabar.

Arti kalimat tersebut adalah : "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya-lah kami kembali." Kalimat ini ternyata bukan sekedar kalimat biasa. Kalimat ini mengandung pesan dan kesadaran tauhid yang tinggi. Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa karena kita semua adalah milik Allah; kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Allah, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Allah. Inilah orang yang sabar menurut Al-Qur'an.

Ikhlaskah kita bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang? Relakah kita bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita? Berubah menjadi dengkikah kita bila melihat tetangga kita sudah membeli teve baru, mobil baru atau malah rumah baru? Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Allah dan akan kembali kepada Allah?

Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan menghayati makna kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Allah menjanjikan dalam Al-Qur'an : "Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman : "Siapa yang tak rela menerima ketentuanKu, silahkan keluar dari bumiKu!" Subhanallaah... "Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji'uun". (me_nida)


Read more!

Menghadapi Kesulitan



Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani

Kesulitan akan menimpa setiap orang yang datangnya dari Allah Yang Maha Besar. Beberapa kesulitan datang tanpa sebab kehendak kita, sementara beberapa yang lain karena tindakan yang salah yang berasal dari keinginan kita. Kadang-kadang kesulitan datang dari Kehendak Allah, untuk memberikan kalian derajat yang lebih tinggi. Kesulitan datang untuk menghapus segala dosa kalian, dan langkah-langkah kalian yang salah. Oleh karena itu bagi kesulitan yang datang meskipun kita tidak berbuat dosa dan kesalahan, hal ini merupakan Kehendak Allah semata, maka kita harus banyak bersabar.

Kesulitan yang datang karena tindakan kita sendiri, adalah sebagai pelajaran agar kalian berhati-hati menjaga segala tindakan kalian, karena langkah kalian yang salah akan membuat kalian sengsara dan menderita. Pada saat itu jangan salahkan orang lain, salahkanlah dirimu sendiri. Koreksi setiap langkah kalian, karena hal ini berarti ada sesuatu yang salah dari tindakan kalian. Kalian bisa mengerjakan langkah yang salah maupun langkah yang benar, tetapi bila kalian menyadari langkah kalian adalah salah, cepat-cepatlah memperbaiki langkah kalian yang buruk, kalau tidak kalian akan jauh lebih menderita!


======

Dudung Kurnia Sundana


Read more!

Agar Cinta Bersemi Indah




Agar Cinta Bersemi Indah
Oleh : M. Fauzil Adhim

Menerima pendamping kita apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan dalam rumah tangga dan kebahagiaan di akhirat.
Sebagai hamba yang dianugerahi fitrah, kita memang perlu menyeimbangkan harapan. Tak salah kita berdoa memohon suami yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman.
Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan kita dalam pernikahan semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagian dan kepuasan.

Apa bedanya harapan dan komitmen? Apa pula pengaruhnya terhadap keutuhan rumah tangga kita? Harapan terhadap perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar, sulit bagi kita untuk menerima pasangan apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan. Jika kita menikah karena terpesona oleh kecantikannya, kita akan segera kehilangan kemesraan sehingga tidak bisa berlemah lembut begitu istri kita sudah tidak memikat lagi. Betapa cepat dan berlalu dan betapa besar nestapa yang harus ditanggung.
Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin kita bangun. Kerelaan untuk menerima kekurangan, termasuk mengikhlaskan hati menerima kekurangannya membuat kita lebih mudah mensyukuri perkawinan.

Disebabkan oleh komitmen yang sangat kuat pada Allah dan Rasul-Nya istri Julaibib mengikhlaskan hati untuk menikah dengan Julaibib. Yang baru semalam usia pernikahan mereka Julaibib mengakhiri hayat di medan syahid. Ketika ibunya merasa tidak rela dikarenakan rendahnya rendahnya martabat dan buruknya perawakan fisik, ia meminta agar orang tuanya menerima pinangan itu kalau memang Rasulullah saw. yang menentukan.
Orang yang melapangkan hati untuk menenggang perbedaan, cenderung akan menemukan banyak kesamaan. Perbedaan itu bukan lantas tidak ada, tetapi kesediaan untuk menenggang perbedaan membuat kita mudah untuk melihat kesamaan dan kebaikannya. Sebaliknya, kita akan merasa tidak nyaman berhubungan dengan orang lain, tidak terkecuali pendamping hidup kita, bila kita sibuk mempersoalkan perbedaan. Apalagi jika kita sering menyebut-nyebutnya, semakin terasa perbedaan itu dan semakin tidak nyaman membina hubungan dengannya.

Semoga Allah melindungi kita dari mempersoalkan perbedaan tanpa mengilmui. Semoga Allah menjauhkan kita dari kesibukan yang membinasakan. Semoga Allah pula kelak mengukuhkan ikatan perasaan di antara kita dengan kasih sayang, ketulusan, dan kerelaan menenggang perbedaan. Sesungguhnya telah berlalu umat-umat sebelum kita yang mereka binasa karena sibuk mempersoalkan perbedaan dan memperdebatkan hal-hal yang menjadi rahasia Allah.
Nah, jika mempersoalkan perbedaan, menyebut-nyebutnya, dan mengeluhkannya akan membuat hubungan renggang, mengapa tidak melapangkan hati untuk menenggangnya? Sesungguhnya menenggang perbedaan akan menumbuhkan kasih sayang dan kemesraan yang hangat. Ada perasaan mengharukan yang sekaligus membahagiakan jika kita memberikan untuknya apa yang ia sukai.
Untuk itu, ada tiga hal yang perlu kita pahami agar ia mempercayai ketulusan kita. Pertama, berikanlah perhatian yang hangat kepadanya. Besarnya perhatian membuat dia merasa kita sayang dan kita cintai. Kedua terimalah ia tanpa syarat. Penerimaan tanpa syarat menunjukkan bahwa kita mencintainya dengan tulus. Tidak mungkin menerima dia apa adanya jika kita tidak memiliki ketulusan cinta dan kebersihan niat. Ketiga, ungkapkanlah dengan kata-kata yang tepat.
Berkaitan dengan ungkapan ini, ada sebuah tips yang ahsan yang disampaikan oleh ustaz yang kini masih mengajar di jurusan Psikologi, UII, Yogyakarta ini. Yakni terminologi "aku" dan kamu". Saat kita mendapatkan bahwa masakan yang dibuat pasangan kita keasinan misalnya, maka gunakanlah kata ganti "aku" . "Aku lebih suka kalau sayurnya lebih manis, sayang" Tapi saat kita mendapatkan suatu kelebihan pada diri pasangan, ia sukses menggoreng telor dadar misalnya (biasanya ia menggoreng berkerak), maka kita gunakan kata ganti "kamu". "Kamu memang pintar, istriku". Kita gunakan kata "aku" untuk sesuatu yang sifatnya negatif dan "kamu" untuk sesuatu yang sifatnya positif. Untuk semua hal.
Tampaknya memang benar, karena penggunaan kata ganti "kamu" untuk sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh pasangan kita cenderung menyaran pada arti memvonis alih-alih memosisikan pasangan kita sebagai tertuduh.
Dalam perspektif pragmatik (linguistik), terminologi ini merupakan sebuah upaya penggunaan maksim kesopanan dengan tetap mempertahankan maksim kerja sama. Dengan tujuan agar tidak terjadi konflik pada keduanya.

Berangkat dari petunjuk Allah ini tidak layak bagi kita untuk sibuk mempersoalkan kekurangan ataupun kesalahan, apalagi kekurangan yang sulit dihilangkan, sepanjang ia tidak melakukan kekejian yang nyata. Betapa pun banyak yang tidak kita sukai darinya, kemesraan dengannya tak akan pudar jika kita mencoba untuk berbaik sangka kepada Allah, barangkali di balik itu Allah berikan kebaikan yang sangat besar. Sebaliknya, sesedikit apa pun keburukannya, bila kita sibuk menyebut-nyebut dan mengingatnya, akan sangat memberatkan jiwa. Dampak selanjutnya tidak hanya bagi hubungan suami istri, tetapi merembet pada hubungan kita dan si kecil.

Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut istri untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.

Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya.
Dalam buku ini Ustaz Fauzil memang tidak hanya membahas seputar keikhlasan menerima pasangan kita apa adanya. Namun tampaknya beliau memandang masalah yang remeh temeh ini dalam beberapa hal telah menjadi batu karang yang cukup terjal yang kemudian melahirkan benih-benih konflik dan alih-alih perceraian.

Seperti pada bagian akhir, beliau menjelaskan bagaimana upaya belajar itu tidak sebatas menerima apa adanya, tetapi juga diikuti dengan belajar mendengar dengan sepenuh hati. Karena tidak jarang kita bukan tidak paham jawaban yang sesungguhnya diinginkan di balik pertanyaan pasangan.
Cukup banyak hal sepele yang tampaknya kita anggap telah kita berikan tetapi ternyata hal itu jauh meleset dari dugaan. Kita bukan mendengar pasangan tetapi mendengar diri sendiri, kita bukan memberi solusi tapi malah menambah materi. Kita bukan memberi jalan keluar alih-alih menghakimi. Kita bukan memberikan jawaban, tetapi malah memberikan pertanyaan. Kita bukan meringankan tetapi malah memberatkan. Benarkah?

Al akhir, kekayaan itu ada di jiwa. Dan keping kekayaan itu dimulai dari ketulusan menerima. Dengan kekayaan jiwa kita akan lebih mudah memberikan empati, lebih mudah untuk memahami, lebih mudah untuk berbagi dan lebih mudah mendengar dengan sepenuh hati.
Hari ini, ketika kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan sayang untuknya. Mulailah dari yang paling mudah, hatta yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, demikian Ustaz Aa' berpesan. Little things mean a lot, demikian Ustaz Fauzil menambahkan. Agar cinta bersemi dalam keluarga kita, agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.

Masya Allah.
Subhanallah.
Alhamdulillahirabbil alamiin.
Wallahu alam bisshawab.

(Bagi yang belum menikah tidak usah khawatir, jika engkau jaga risalah Allah adalah sebuah keniscayaan jika Allah kan berikan yang terbaik buat antum, sekali lagi terbaik dalam perspektif Allah, dan bukan perpektif kita)


======

Dudung Kurnia Sundana


Read more!

Sunday, June 11, 2006

Si kecil dari negeri Plestina



Wajahnya tertutup debu
Matanya teriris sendu
hatinya diselimuti gaduh
Teriakan bisingkan telinganya

Ayahnya telah pergi,
Sedang ibunya dianiyaya
Sanak saudaranya terpenjara
Tangisanlah sebagai temannya

Mayat tergeletak di depan mata
Kenangan terdiam kering di ingatan
Bersandar dalam nyata
Tak goyahkan semangat hidupnya.

Sebutir peluru menembus dadanya
Lepaskan darah syahidnya
Membasahi tanah dan lengannya
Kepasrahan dia hadirkan
Walau sakit masih dirasakan

Baju putihnya telah memerah
Bibirnya membiru pula
Tangannya tak tergenggam lagi
Syahadat terucap dia pun pergi

By: Nur'ainun Siregar


Read more!

Hati-hati




Pikiran liar
Kata melontar
Ucap tak terasa
Robekkan dinding
Hati yang luluh lesu

Rasa benar datang
Berpura tidak mengapa
Jelaslah hujan air mata
Dan mengubur ingatan pula

Yang satu nya mati
Satu lagi masih dalam tawa
Lupa marahnya
Telah dicatat oleh Yang Kuasa

Padahal hanya prasangka
Salah paham yg lekat
Kerapuhan akhlak
JIwapun sakit
Hidup mati tersiksa


By: Nur'ainun siregar


Read more!

Assalamu alaikum ukhtiku



Assalamu alaikum ukhtiku

* Beramah tamah kami. Saling menunggu satu dengan yang lain. Senyum dan peluk mengawalinya. Terurai rasa damai karena Allah yang mempertemukan dan menghadiahkan kebahagian di hati kami. BIncang dan makan bersama. Canda, tawa, dan dakwah mengisi relung hati kami yang saling bertanya, yang manakah dia dan dia.. hmmm

* Taaruf pun kami mulai tuk saling kenal. Tentu saja diikuti dangan tanya jawab dan diskusi, kami tetap menjaga kesopanan dalam gathering itu . Alhamdulillah..Gatheting yang menyenangkan.

* Kami awali dengan basmalah. Semua berjalan dengan menyenangkan dan ramah. Seramah angin yang bertiup hari itu. Sinar matahari pun tetap senang hangatkan tubuh kami. Seperti ukhuwah kami yang ingin kami kuatkan.

* Hingga menjelang azan dzuhur kami menutup acara dengan hamdalah..
Moga pertemuaan itu diridhoi Allah dirahmati dan ukhuwah kami semakin kuat.,

* Akhirnya kami bubar dengan salam yang menguraikan kata: hati2 ukhtiku. betapa sayang aku padamu karena Robb ku yang mempertemukan kita. Assalamu alaikum ukhtiku

Moga hari esok bisa bertemu... aamiin

Kenang2-n hari pertama gathering di rumah kak adi di surabaya: Myquran.

Tercatat tanggal 4-6-2006

By: Nur'ainun Siregar


Read more!

M!MP1 Dan NY4t4

Menutup mata
Ikhlaskan semua
Bertutup sapa
Menguak mimpi

Menjelma nyenyak
Kuatkan lupa
Tak ada masalah
Tak ada kenangan

Bangun tiba
Mimpi hilang
Tinggallah nyata
Menebari hidup

Kadang terdiam
Di atas bantal empuk
Kadang tertawa
Di dalam mimpi
Seperti nyaata

Makan dan minum
Dikejar dan bermain
Ada di hidup dan mimpi
Tetap seperti sandiwara
Dalam kehidupan nyata

By: Nur'ainun Siregar


Read more!

Saturday, June 10, 2006

Bukit Kota Pinang



Malam dingin menghujan
Gelap menutupi jalan
Para penumpang mulai ribut
Sebab kantuk Penuhi matanya


Hingga jam 3 pagi
Orang-orang masih ribut
Menanyakan kemana dan dimana
Medan, Jawa, atau padangn kah?
Yang akan dituju mereka

Jalan lintas sumatera
Kota pinang yang penuh kenangan
Kecil hingga dewasa
Hingga aku naik dipelaminan


Simpang tiga yang lama
Belum tersentuh mata pemerintah
Kemarau pun tak pernah singgah
Hanya sungai-sungai mengalir indah

Namun kini...
Simpang tiga ku tak lagi dingin
Hanya angin dan asap bergantian
Sawit menguras air diperbukitan
Membuat kemarau kadang panjang

Aduhai dunia..
Engkau memang semakin berubah
Kotaku yang dulunya desa
Menjadi pusat belanja
Semuanya tak pernah kami duga

Kota ku di Sumatera-Utara
By: Nur'ainun Siregar


Read more!

Meong




Berjalan lenggak-lenggok
Ekor memutar-mutar
Dan kumisnya naik turun
Bulunya halus, hidungnya pesek

Meong.. meong katanya
Matanya yang sayu bertanda
Si meong perutnya lapar
Ingin ambil ikan

Huzzzz huzzz kata majikan
Menggoyangkan kepalanya
Mengusir di kejauhan
Si meong langsung jalan
Memutari kaki majikan

By: Nur'ainun Siregar


Read more!

Kenyang



[7:31] Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (AL A'RAAF (Tempat tertinggi) ayat 31)

Kenyang

Kenyang bisa membuat:
1. Gampang Ngantuk
2. Jadi Males
3. Bisa Marah
4. Bisa sakit perut de el el
5. N bisa buat endut.... :D

Moga Allah menjauhkan kita dari mubazir
Ya Robb Bimbinglah kami ke jalan Yang Lurus. aamiin


Read more!

Doa


Doa kunci ketenangan hati. Doa kunci keselamatan.
Namun bila doa belum terkabul jua, maka bersabarlah. Sebab bisa saja dilain waktu ia akan datang dari jalan yang tidak disangga-sangka.

Doa bisa membuat orang menangis, tidak ingin beranjak dari tempat sajadah. Doa juga bisa membuat orang bersabar.Doa mengalahkan angan-angan.

Berdoa dengan sempurna membuat manusia puas bertemu dengan Robb-nya. Dan karena doa lah manusia akan mendapat rahmat dan hidayah dari Allah Yang Maha Perkasa. Sebab Allah-lah Yang akan menentukan diterima atau tidaknya doa. Dan Allah lah Yang Mematikan, Menghidupkan kembali dan pada-Nya lah kita berserah diri.


Read more!

Bunga




Bunga mekar di taman
Indah harum baunya
Senyumnya indah
Tak bersuara
Cemburu kumtum disana

Daunnya meninggi
Akar menyubur
Memberi indah pagi
menanti kumbang
Belahan jiwa

Inilah bunga harapan
Bersemi dihati insan
Membekas baunya wangi
Pertanda ingin dipetik pula

Bunga dipetik
Kumbang tersenyum
Bunga bermanja
Disentuh pula
Bungapun buahkan kuntum
Kuntum mekar disunting jua

By: Nur'ainun Siregar


Read more!

Kegembiraan dan Kesedihan

  • Kegembiraan adalah suatu yg dipinjamkan, Dan kesedihan adalah penghapus, Sedang kemarahan adalah bunga api, Pengangguran adalah kerugian, Sedang ibadah adalah perniagaan Yang menguntungkan"

Hikmah dari: dudung.net


Read more!

Berpasangan



[35:11] Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berPasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (FAATHIR (PENCIPTA) ayat 11)

[36:36] Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan Pasangan-Pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (YAA SIIN ayat 36)


Read more!

Buah-Buahan




[2:22] Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala Buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 22)

[2:25] Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki Buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi Buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 25)

http://agrolink.moa.my/doa/BI/Statistics/buah-b.jpg



Read more!

Bersyukur



Dari bayi hingga dewasa
Dipeluk manja oleh ibunda
Tak ada keluh kesah
Yang terdengar canda dan tawa

Keringat berluluran ditubuhnya
Air mata basahi matanya dalam doa
Berlari kencang ia dalam sakitku
Jika panas menghampiriku

Panggilannya terdengar di telingaku
Menguatkan semangat juang
Album kenangan menjadi pandangan
Disaat jauh belum bertemu

Moga masih ada waktu kita bertemu...


Read more!

Aku seneng...

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics...

Akhirnya aku dapat background yang paling aku suka. Ternyata hijau lah kesukaanku. Mudah-mudahan gak bosen lagi deh..
Sekarang waktunya ngisi puisi-puisi. Moga aku dapat ide yang banyak..
n.........bisa buat cerpen oi...


Read more!

Pengen Ganti

Hmm.. pengennya blog ku ini diganti background nya. kayak Fs. tapi diriku belum bisa..

Pengeeeeeen bangettttt


Read more!


Read more!

Ku mulai dengan Bismillah

Bismillah.. moga blog ku ini bisa bermanfaat buatku, temen2ku dan juga saudara/i ku yang pengen dakwah lewat net.

Alhamdulillah...
Hari ini 10 Juni 2006 aku buat blog lagi. hmm blog ku yang lalu kok aku bisa lali ID n pastword nya. hmm ono-ono aye yo..

Aku punya hobbi nulis. But karena tulisanku elek alias jelek aku nulis nang komputer aye. hehhee

Yang suka puisi atau cerpenku (kalo uda ada) aku ucapkan terima kasih. Yang mau kritik n saran alhamdulillah juga, karena aku butuh itu.

Oke deh gitu aja.. nang suroboyo wes isya.. kita-kita mo sholat nih. :D


Read more!