Monday, June 12, 2006

Dzikir; Kunci Ketenangan Hati



Publikasi : 30-03-2006

KotaSantri.com : Setiap orang mendambakan ketenangan batin, dan untuk mencapai ketenangan batin bukanlah sesuatu yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir. "Ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah, maka hati akan tentram." (QS. ar-Ra'd : 28).

Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang. Sejauh mana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam ketentraman hati, maka akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja. Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah hanya ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa itu Allah selama hidupnya.

Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya di mata manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah. Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar, dan ia rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. "Milik Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi." (QS. Al-Baqarah : 284). Ketika tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar makna ayat Al-Qur'an, "Bertasbih menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan di bumi." (QS. Ash-Shaff : 1).

Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir disertai sabar dan syukur. Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat menghindarkan kita dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan hati. Dan hal ini memerlukan latihan-latihan.

Latihan pertama adalah latihan mengenal diri sendiri. Kalau seseorang ingin baik, ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin ia ubah menjadi baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan dan jawaban dari orang yang kita tanyai tentang diri kita.

Latihan kedua adalah upaya memperbaiki diri. Setelah kita tahu kondisi kita, maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang kita miliki. Bila perlu, kita tulis daftar semua keburukan yang kita miliki dan rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.

Upaya yang kita lakukan ini harus diiringi dengan cara meningkatkan kualitas membaca Al-Qur'an dan dzikir, sebab itulah yang akan membantu kita untuk berubah menjadi baik di mata manusia dan yang paling penting baik di hadapan Allah. Setelah itu carilah lingkungan yang kondusif yang dapat membantu kita untuk selalu istiqamah dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah. (Aa Gym)[BKS]

URL : http://kotasantri.com/beranda.php?aksi=Þtail&sid=S1

1 Comments:

At 6:55 AM, Blogger Admin said...

sulit untuk istiqomah

 

Post a Comment

<< Home